Nagari Lawang
Kecamatan Matur, Kabupaten Agam
Program Binaan Universitas Andalas : Pengembangan Nagari Lawang Berbasis Lingkungan, Agroindustri, dan Pariwisata Berkelanjutan

Padang — Universitas Andalas (UNAND) menggelar Workshop Daerah Binaan pada Senin, 2 Februari 2026, yang diikuti oleh 17 daerah binaan kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi nagari, kelurahan, dan desa untuk memaparkan kebutuhan serta arah pembinaan selama tiga tahun ke depan.
Workshop dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt, CA, CRGP. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan komitmen Universitas Andalas melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk terus memperkuat peran pendampingan berbasis kebutuhan riil masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi kebutuhan pembinaan dari masing-masing nagari, kelurahan, dan desa. Setiap daerah binaan memaparkan program prioritas yang diharapkan dapat dikolaborasikan dengan Universitas Andalas dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Nagari Lawang menjadi salah satu daerah binaan yang memaparkan kebutuhan pembinaannya. Walinagari Lawang, Franki Putra, S.Pd, menyampaikan enam prioritas utama, yakni teknologi pengolahan sampah, modernisasi kilangan tebu tradisional, pengelolaan turunan tanaman tebu, digitalisasi nagari, peraturan kawasan sempadan jurang, dan penataan tata ruang nagari.
Selain sesi presentasi, workshop ini juga diisi dengan diskusi kelompok antara masing-masing daerah binaan dengan tim koordinator pendamping dari Universitas Andalas. Diskusi ini bertujuan untuk memetakan program yang paling siap dan paling berdampak untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.
Dalam program nagari binaan ini, Nagari Lawang dikoordinatori oleh Dr. Yesi Puspita, S.Sos., M.Si. Pada sesi diskusi kelompok, koordinator pendamping bersama pemerintah nagari melakukan pendalaman terhadap enam program prioritas tersebut.
Koordinator pendamping mengarahkan diskusi pada penentuan program prioritas utama yang akan dilaksanakan pada tahun 2026, termasuk menyepakati program pertama yang akan diimplementasikan dari enam prioritas yang telah dipaparkan. Penentuan ini mempertimbangkan aspek kesiapan nagari, urgensi permasalahan, ketersediaan sumber daya, serta potensi dukungan keilmuan dari Universitas Andalas.
Melalui diskusi tersebut, diharapkan pelaksanaan program nagari binaan dapat berjalan lebih fokus, terukur, dan berkelanjutan, serta selaras dengan kapasitas pendampingan yang dimiliki oleh Universitas Andalas.
Walinagari Lawang menyampaikan harapan agar kolaborasi ini mampu mendorong terwujudnya Nagari Lawang yang mandiri dan berkelanjutan, dengan dukungan program pengabdian jangka menengah hingga panjang serta dukungan kebijakan dan pendanaan yang berkesinambungan.
Menutup rangkaian kegiatan, Nagari Lawang menegaskan kesiapan untuk menjadi mitra strategis LPPM Universitas Andalas dalam pengembangan nagari berbasis lingkungan, agroindustri, dan pariwisata berkelanjutan.
Workshop Daerah Binaan Universitas Andalas ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari demi percepatan pembangunan daerah di Sumatera Barat.



Basri Dt Rajo Sati
21 Juli 2024 14:59:28
Nagari lawang adalah sebuah desa kecil yang terletak di kabupaten agam kecamatan matur. Tempat pariwisata...